Tuesday, January 6, 2015

Softskill (Tugas Pertemuan 4)

Psikologi Manajemen

Komunikasi dalam Manajemen
      A.    Definisi komunikasi
Jawab : proses percakapan antara individu dengan individu lainnya atau antar kelompok.

      B.     Proses komunikasi
Jawab : penyampaian pesan terhadap komunikator kepada komunikan agar tercipta suatu makna yang terjalin antara komunikator dengan komunikan.
(sumber : http://www.lusa.web.id/proses-komunikasi/ )

     C.     Hambatan komunikasi
Jawaban : terdiri dari à 1. Gangguan teknis
    2. Gangguan Semantik
    3. Gangguan Psikologis
                4. Rintangan fisik
    5. Rintangan Status
    6. Rintangan Kerangka Berfikir
    7. Rintangan Budaya
      
      D.    Definisi komunikasi Interpersonal
Jawab : interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal. Saling berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau
antar individu di dalam kelompok kecil.

Pelatihan dan pengembangan
      A.    Definisi pelatihan
Jawab : kegiatan yang dilakukan berulang-ulang untuk mendapatkan hasil yang maksimal untuk meningkatkan kemampuan individu.

      B.     Tujuan dan sasaran pelatihan dan pengembangan
Jawab : Tujuan à
·         Memutakhirkan keahlian keahlian keahlian seorang seorang seorang individu individu individu sejalan sejalan sejalan dengan perubahan perubahan perubahan teknologi teknologi teknologi.
·         Mengurangi Mengurangi Mengurangi waktu belajar belajar belajar seorang seorang seorang individu individu individu baru untuk menjadi menjadi menjadi kompeten kompeten kompeten dalam pekerjaan. pekerjaan...
·         Membantu Membantu Membantu memecahkan memecahkan memecahkan persoalan persoalan persoalan operasional operasional operasional....
·         Mengorientasikan Mengorientasikan Mengorientasikan setiap individu individu individu terhadap terhadap terhadap organisasi organisasi organisasi.
Sasaran à segala sesuatu yang dapat dilatih dan bisa dikembangkan sesuai dengan kemampuan individu

      C.     Perbedaan pelatihan dan pengembangan
Jawab :
Pelatihan à kegiatan yang dilakukan berulang-ulang yang dapat menghasilkan kemampuan dan kualitas yang maksimal.
Pengembangan à meningkatkan kemampuan yang kita miliki agar menuju tahap level yang lebih maksimal.

      D.    Faktor psikologi dalam pelatihan dan pengembangan
Jawab :
·         Mental
·         Fisik
·         Motivasi
·         Kepercayaan diri yang tinggi

      E.     Teknik dan metode pelatihan
Jawab : menurut Sondang. P Siagian (1994:192) menegaskan tepat tidaknya teknik  pelatihan yang digunakan sangat tergantung dari berbagai pertimbangan yangingin ditonjolkan seperti kehematan dalam pembiayaan, materi program,tersedianya fasilitas tertentu, preferensi dan kemampuan peserta, preferensikemampuan pelatih dan prinsip-prinsip belajar yang hendak diterapkan. Sedangkan metode pelatihan terdiri dari On the Job Training, yaitu melakukan pelatihan pekerjaan kepada karyawan di dalam suatu perusahaan. Dan ada pula Off the Job Training teknik pelatihan pekerjaan pada saat di luar waktu kerja dan berlangsung di lapangan.

Softskill (Tugas Pertemuan 3)

Psikologi Manajemen

Nama Kelompok :
Fauzia Putri Avia                    (12512830)
Ika Mulyana                           (13512575)
Valencianes Hanna .N            (17512538)
Juni Yanti                               (14512002)
Fadiah Irsalina                        (12512622)
Ajeng Pakasi                          (10512513)

Tugas Kelompok

Tugas 2
A. Definisi stress :
Jawab : adalah hasil dari tidak/kurang adanya kecocokan antara orang (dalam arti kepribadiannya, bakatnya, dan kecakapannya) dan lingkungannya, yang mengakibatkan ketidakmampuannya untuk menghadapi berbagai tuntutan terhadap dirinya secara efektif (Fincham & Rodhes, 1988).
(sumber : buku paket Psikologi Industri dan Organisasi, Ashar Sunyoto Munandar)

B. Sumber stress :
     Jawab : 1. Faktor lingkungan
                        a. ketidakpastian ekonomi
                        b. ketidakpastian politik
                        c. ketidakpastian teknologi
                  2. Faktor organisasional
                        a. tuntutan pekerjaan
                        b. tuntutan peran
                        c. tuntutan interpersonal
                        d. struktur organisasi
                        e. tahap hidup organisasi
                        f. pengembangan karier
                        g. tuntutan emosional pekerjaan
                  3. Faktor individual
                        a. masalah personal/keluarga
                        b. masalah ekonomi
                        c. family-work conflict
                        d. factor kepribadian

C. Manajemen stress :
Jawab : ada lima strategi yang bisa dilakukan perusahaan untuk membantu karyawan menangani stres di tempat kerja. Kelima strategi adalah: menghilangkan stressor atau pemicu stres, menjauhkan karyawan dari stressor, mengubah persepsi karyawan terhadap stressor, mengendalikan konsekuensi dari stres, dan menyediakan dukungan sosial bagi karyawan yang menghadapi stress. (sumber :          http://ppm-manajemen.ac.id/manajemen-stres-di-tempat-kerja/ )
Manajemen stress ini bertujuan untuk mencegah berkembangnya stress jangka pendek menjadi stress jangka panjang atau stress yang kronis. (sumber : buku paket Psikologi Industri dan Organisasi, Ashar Sunyoto Munandar)

D. Pendekatan stress :
     Jawab : 1. Pendekatan individual
Seorang karyawan dapat memikul tanggung jawab pribadi untuk mengurangi tingkat stresnya. Strategi individu yang telah terbukti efektif adalah:
- Teknik manajemen waktu
- Meningkatkan latihan fisik
- Pelatihan pengenduran (relaksasi)
- Perluasan jaringan dukungan sosial

2. Pendekatan Organisasional
Beberapa faktor yang menyebabkan stress terutama tuntutan tugas dan peran, struktur organisasi dikendalikan oleh manajemen. Strategi yang digunakan:
- Perbaikan seleksi personil dan penempatan kerja
- Penggunaan penetapan tujuan yang realistis
- Perancangan ulang pekerjaan
- Peningkatan keterlibatan kerja
- Perbaikan komunikasi organisasi
- Penegakkan program kesejahteraan korporasi
(Robbins, 2002: 311-312)


1.      Kasus stress kerja – analisis !
Kasus stress kerja yang terjadi pada salah  satu kenalan teman kami yaitu seorang polisi lalu lintas lalu kami mengobservasi dan mewawancarinya, dia setiap free time dia meminum secangkir kopi hitam dan menghisap beberapa batang rokok, kalau sedang bertugas ada pengguna lalu lintas yang membuatnya stress antarany dia menegur yang melanggar lalu lintas tetapi si pelanggar tersebut ikut marah marah terhadapny, dan masih bsnyak lagi.
2. Ceritakan 1 pengalaman stress yang paling berkesan hingga bisa menemukan strategi menanganinya
    Saya akan menceritakan pengalaman saya sendiri mengenai stress kerja menjadi SPG  dan bagaimana cara saya menanggulangi stress kerja sebagai seorang SPG tersebut. Saya bertempat tinggal di kota Tangerang daerah Gading Serpong tetapi saya di tugaskan menjadi SPG masih di tangerang hanya saja berbeda daerah yaitu di daerah Alam Sutra,  Jarak yang ditempuh lumayan  jauh dan sayapun naik angkutan umum tiga kali dari rumah saya yang terletak di daerah Gading Serpong ke tempat saya bekerja yang terletak di daerah  Alam Sutra, dalam keadaan waktu itu hari pertama kerja dan gerimis (saya tidak bawa payung). Lama di perjalanan dan itu membuat badan saya lelah terlebih dahulu sebelum kerja, belum lagi saya harus merias wajah saya dengan beberapa make up seperti memakai soft lens, eye liner, bedak, lipstick¸eye shadow, blush on ditambah belum memakai seragam yang telah disediakan oleh perusahaan. Sayapun menanganinya pada hari kedua dan seterusnya bekerja dengan mengendarai  sendiri motor dari rumah ke tempat kerja agar meminimalisir badan lelah terlebih dahulu sebelum bekerja walaupun saya kurang berani mengendarai motor karena banyak bus - bus yang lewat di jalan tersebut atau di daerah Alam Sutra, sekali lagi saya menanggulanginya dengan cara mengendarai sendiri motor dengan pelan - pelan dan santai dalam artian seolah seolah tidak di kejar waktu  tetapi waspada asal sampai dengan selamat, tidak takut terlambat masuk karena saya pergi dari rumah satu setengah jam atau dua jam sebelum masuk kerja agar tidak terkesan tergesa - gesa pada saat mengendarai motor.
Target penjualan adalah 12 pasang  (lampu senter untuk sepeda pada bagian depan dan belakang) per hari, tetapi sampai di hari kedua belum juga produk yang saya tawarkan terjual dengan berbagai alesan antara lain harga yang terlalu mahal, tidak punya sepeda, dan masih banyak lagi. Usaha yang saya lakukan telah maksimal yaitu berkeliling - keliling dengan sepeda  plus langsung memakaikan produk yang saya tawarkan yaitu  lampu senter di sepeda bagian depan maupun belakang dan saya mengendarai sepeda untuk membantu saya dalam promotion. Saya menawakan kepada satu keluarga (suami, isri, tiga anak) yang sedang melihat lihat ingin membelikan sepeda untuk anaknya kesekolah , alhamdulillah  keluarga itupun bilang kepada saya bahwa mereka akan membeli produk kami nanti (kalau sudah barang yang mereka cari terkumpul semua) saya menjawab ‘’iya bu’’, keluarga tersebutpun berkeliling kembali untuk mencari barang yang mereka inginkan. Saya berfikir kalau mereka berubah fikiran atau lupa gimana ? dan akhirnya sayapun berjalan sedikit cepat dengan menuntun sepeda yang saya gunakan sebagai alat pendukung promotion.