Thursday, May 7, 2015

Psikoterapi (softskill)

Tugas Minggu IV

Terapi Bermain

Bermain dapat digunakan sebagai media psikoterapi atau "pengobatan" terhadap anak yang lebih dikenal dengan sebutan Terapi Bermain. Bermain dapat digunakan sebagai media terapi karena selama bermain perilaku anak akan tampil lebih bebas dan bermain adalah sesuatu yang secara alamiah sudah terberi pada seorang anak. Terapi bermain juga digunakan sebagai psikoterapi bagi membantu mereka yang mengalami trauma, keresahan dan masalah mental. Terapi bermain adalah satu cara anak-anak meluahkan perasaan mereka dan mencari mekanisme yang dapat membantunya. Anak-anak mengungkapkan lebih banyak tentang diri mereka sendiri dalam bermain, mengkomunikasikan beberapa kebutuhan, rasa takut, dan keinginan yang tidak dapat mereka ekspresikan dengan keterampilan bahasa mereka yang terbatas (Whaley & Wong, 2001 ). Menurut Wong (2001), bermain merupakan terapi pada anak yang menjalani hospitalisasi. Kebutuhan bermain tidak berhenti selama anak sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Hospitalisasi merupakan salah satu penyebab stres bagi anak, terutama disebabkan oleh perpisahan dari lingkungan. Anak yang sedang sakit hampir selalu memperlihatkan sikap yang sangat mudah tersinggung, mudah cemas, pemarah, agresif, penakut, curiga, dan sensitif (Hurlock,1991). Banyak faKor yang menyebabkan reaksi tersebut, antara lain karena cemas berpisah dari orang tua dan faktor usia. Ada beberapa mekanisme koping sederhana yang bisa diajarkan, misalnya relaksasi, menarik nafas, berhitung, memasase tangan, atau menyanyi. Semua teknik tersebut dapat dimodifikasi dengan aktivitas bermain.




sumber :

Tedjasaputra, Mayke .S. (2001). Bermain, Mainan, dan Permainan. Jakarta: Grasindo.

Razhiyah, K.A. (2008). Apa itu Autisme?. Kuala Lumpur: PTS Profesional.

Alfianti, Dera. Tri Hartiti. Amin Samiasih. (2007). Pengaruh Terapi Bermain terhadap Tingkat       Kecemasan Anak Usia Prasekolah Selama Tindakan Keperawatan Di ruang Lukman Rumah Sakit Roemani Semarang. Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 1. Diakses tanggal 7 Mei 2015. Diakses dari http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/FIKkeS/article/view/359 

Saturday, May 2, 2015

Yuuk, Kita Mulai Lagi Dari Awal

ada saatnya rindu itu menghampirimu
ada saatnya rasa ingin berjumpa sedang
menghantuimu
sudahlah, kawan...
jangan paksakan kerinduanmu terus disimpan
rapat-rapat di hatimu
aku paham akan ada bayangan ketakutan nantinya
ketika bila saatnya nanti kita kan bertemu kembali
kau takut tak dianggap?

hei, pintu maafmu sudah terbuka dengan lebarnya
sekarang saatnya untuk mmberi sapa
memberi senyuman dan rangkulan kebersamaan
kepada kami yang kau cinta

kawan...
jangan sembunyikan wajah kebohonganmu lagi
mari, pegang erat tangan kita
kita berjalan bersama kembali seperti dulu
kita mulai lagi dari awal