di sini, aku sempat berpikir
dunia tidak adil di pihakku
di saat mereka menikmati dengan dunianya
aku hanya duduk dan melihat tanpa bertindak
menghabiskan waktu yang sangat bodoh
ingin rasanya ku berlari
jauh dari tempat ini
tapi hati tak mengizinkannya
apa yang diinginkan?
mungkin ia menginginkan aku tetap di sini
lalu mengatakan,
"tenang, kamu tidak sendirian."
mungkin aku lupa akan di sekitarku
ya, ternyata masih ada yang setia menemaniku di sini
seharusnya aku bersyukur bukan menolaknya
belajar menerima tanpa menolak
belajar menghargai tanpa mengacuhkan
ingat, dunia hanya sementara
dan orang-orang yang ada di sekitarku juga akan hilang
jangan sampai aku pergi dan kembali melihat
di sekitarku sudah hilang, terbuang sia-sia
Friday, September 12, 2014
Sunday, September 7, 2014
Sang Penanti Keajaiban
kenapa semuanya serba dilarang?
kenapa semuanya serba diatur?
kenapa hidup ini selalu serba salah?
dimana letak kesalahan itu?
siapa yang harus disalahkan?
ego tak mungkin bisa dihentikan begitu saja
ini hidupku, bukan hidupmu!
ini jalanku, bukan jalanmu!
hanya bisa melihat, mendengar, dan merasakan
seruan-seruan aneh bahkan terlihat lucu dari mereka
lagi, lagi, dan lagi...
dada ini kuelus sambil meredam amarah dan kebencian
mulut tertutup rapat
mata penuh dengan kehampaan
hati berteriak
sulit untuk merasakan keikhlasan
hidup memang pilihan
berteriak sambil mengeluarkan amarah
namun orang-orang semakin takut dan menjauh
atau berdiam diri menikmati sakitnya hati ini
tetapi orang-orang melihat dengan takjub dan bangga
karena kesabaran yang dimiliki
mereka tidak tau bagaimana prosesnya
inilah aku...
Sang penanti keajaiban
biar Sang Penguasa bekerja untuk mendapatkan keadilan
keadilan akan datang bila berserah pada-Nya dan mampu memaafkan
kenapa semuanya serba diatur?
kenapa hidup ini selalu serba salah?
dimana letak kesalahan itu?
siapa yang harus disalahkan?
ego tak mungkin bisa dihentikan begitu saja
ini hidupku, bukan hidupmu!
ini jalanku, bukan jalanmu!
hanya bisa melihat, mendengar, dan merasakan
seruan-seruan aneh bahkan terlihat lucu dari mereka
lagi, lagi, dan lagi...
dada ini kuelus sambil meredam amarah dan kebencian
mulut tertutup rapat
mata penuh dengan kehampaan
hati berteriak
sulit untuk merasakan keikhlasan
hidup memang pilihan
berteriak sambil mengeluarkan amarah
namun orang-orang semakin takut dan menjauh
atau berdiam diri menikmati sakitnya hati ini
tetapi orang-orang melihat dengan takjub dan bangga
karena kesabaran yang dimiliki
mereka tidak tau bagaimana prosesnya
inilah aku...
Sang penanti keajaiban
biar Sang Penguasa bekerja untuk mendapatkan keadilan
keadilan akan datang bila berserah pada-Nya dan mampu memaafkan
KAPAN?
kapan cinta itu hadir di hidupku?
kapan aku bisa merasakannya?
mengapa aku tak bisa seperti mereka?
apakah ini yang disebut takdir?
sampai kapan aku harus menunggunya?
entahlah...
mungkin aku harus lebih banyak belajar
apa itu cinta sejati
hanya Tuhan yang lebih tau dari segalanya
rasa sayang, rasa memiliki, dan rasa mencintai
tidak harus kepada seseorang yang spesial di hidupku
ya...
semua rasa itu bisa aku dapati untuk siapa saja
dengan ketulusan
aku cukup bahagia
Monday, July 21, 2014
Sebuah harapan dan impian
harapan tidak pernah lepas dari jiwa kami
bangsa yang adil, saling merangkul
tanpa membedakan apapun
demi masa depan yang cemerlang
tidak perlu menjadi orang hebat
tidak perlu menjadi orang kaya
dengan ketulusan hati yang bersih
dan jiwa kesederhanaan yang murni
yakinlah, perubahan akan terjadi
di depan mata
dengan tangan-tangan kebajikan
jiwa yang bijak
serta hati yang tulus ikhlas
tanpa memikirkan keegoisan
tidak ada kata menyerah untuk bangsa yang mandiri
selalu teringat akan semboyan
"BHINEKA TUNGGAL IKA"
ya, hanya dengan itu semua akan bersatu
hidupkanlah kembali rasa perdamaian ini
kobarkanlah jiwa semangat yang abadi
sebarkanlah butir-butir cinta kasih
sekarang, mari...
genggam erat tanganmu, angkat tanganmu
beri salam perdamaian demi
bumi Pertiwi tercinta
Monday, July 7, 2014
Cinta & Ketulusan
cinta tanpa ketulusan
bagai langit tanpa matahari
selalu memberi cahaya kehidupan yang abadi
ketulusan tanpa menghargai
bagai hujan reda tanpa hiasan sang pelangi
selalu memberi senyuman tanda keikhlasan
biarlah hati ini belajar
untuk memahami apa arti sebuah ketulusan
biarlah hati ini belajar
untuk menerima dengan kelemahlembutan
tanpa memandang sebuah keegoisan
bagai langit tanpa matahari
selalu memberi cahaya kehidupan yang abadi
ketulusan tanpa menghargai
bagai hujan reda tanpa hiasan sang pelangi
selalu memberi senyuman tanda keikhlasan
biarlah hati ini belajar
untuk memahami apa arti sebuah ketulusan
biarlah hati ini belajar
untuk menerima dengan kelemahlembutan
tanpa memandang sebuah keegoisan
Friday, July 4, 2014
Berawal dari Dua Berakhir di Satu
dengan DUA mata
aku bisa melihat pancaran
sinar yang abadi dari wajahmu
dengan DUA kaki
aku bisa berlari cepat
untuk mengejar dan berakhir
dengan pelukan darimu
dengan DUA tangan
aku bisa menggapai dan
menggenggam erat tanganmu
seakan tidak ingin lepas darimu
dengan DUA telinga
aku akan setia mendengarkan
keluh kesahmu sampai hatimu
merasa nyaman dan lega
tapi, aku punya SATU hati
ya... hanya SATU
yaitu hati yang terbuat dari
butiran-butiran ketulusan
mempunyai rasa kasih sayang
yang tak akan pernah hilang
semua itu aku simpan dengan baik
dan kujaga ditemani oleh ketegaran
jiwa-jiwa yang tak berdosa
hanya untuk seseorang yang memiliki
hati dan jiwa yang hebat
suatu saat aku bisa merasakannya
aku bisa melihat pancaran
sinar yang abadi dari wajahmu
dengan DUA kaki
aku bisa berlari cepat
untuk mengejar dan berakhir
dengan pelukan darimu
dengan DUA tangan
aku bisa menggapai dan
menggenggam erat tanganmu
seakan tidak ingin lepas darimu
dengan DUA telinga
aku akan setia mendengarkan
keluh kesahmu sampai hatimu
merasa nyaman dan lega
tapi, aku punya SATU hati
ya... hanya SATU
yaitu hati yang terbuat dari
butiran-butiran ketulusan
mempunyai rasa kasih sayang
yang tak akan pernah hilang
semua itu aku simpan dengan baik
dan kujaga ditemani oleh ketegaran
jiwa-jiwa yang tak berdosa
hanya untuk seseorang yang memiliki
hati dan jiwa yang hebat
suatu saat aku bisa merasakannya
Thursday, July 3, 2014
Tugas Softskill "Self directed change"
Perubahan hidup yang sederhana
Kadang kita berpikir
kita selalu mementingkan kehidupan orang untuk merubah sikap bahkan sifat
mereka. Tetapi, apakah hidup kita sudah benar? Apakah perilaku kita sudah benar
dibanding orang-orang yang kita sering bicarakan? Mungkin saja kehidupan mereka
lebih baik dari kita maka dari itu berpikirlah sebelum bertindak dan
introspeksi diri. Dari pengalaman ini saya akan menceritakan dan menjelaskan
bagaimana sikap kita dan perilaku kita dan bagaimana cara mengatasinya. Di dalam
hidup mungkin saya sendiri tidak tau baik dan buruk yang saya alami tetapi
semakin lama saya dapat mengetahuinya dan terus berusaha untuk beripikir
bagaimana caranya agar dapat merubah sifat perilaku saya yang negative menuju
ke positif. Dari dulu saya adalah anak yang terlalu introvert, susah untuk
bergaul dengan teman sebaya, sampai saya selalu memikirkan hal-hal yang tidak
penting di saat tidak ada kegiatan, melamun, dsb. Di sini saya telah
mendapatkan penjelesan tentang Self-directed
Change di mana ada beberapa tahapan-tahapannya dan ada juga beberapa sub
tahapan. Dari beberapa tahapan-tahapan tersebut sudah jelas di bagian mana
sifat dan perilaku saya yaitu tentang
mengatur tujuan yang mana telah dijelaskan bahwa “langkah pertama dalam pencapaian control diri yang lebih baik adalah
mengatur tujuan untuk diri sendiri.” Secara rincinya mengatur tujuan ada 2
bagian lagi yaitu Defining your target behavior
dan Selecting an attainable goal, dari
2 bagian tersebut yang termasuk dalam kehidupan saya adalah tentang Defining your target dimana penjelasan
itu berkaitan dengan hal-hal yang harus ditargetkan dalam hidup kita, apa yang
harus dihilangkan/dikurangi dalam masalah perilaku kita, dan memperoleh
perilaku yang positif. Kita juga harus berpikir secara nyata untuk dapat
menjalani hidup dengan situasi yang nyata pula agar perilaku kita dapat sesuai
dengan apa yang dijalani nantinya.
Jadi, dari penjelasan
di atas memang cukup masuk akal dengan kehidupan saya yang selalu memikirkan hal-hal
yang tidak penting/tidak nyata (berimajinasi), terkadang berpikir negative padahal
hal tersebut belum terjadi, dan sulit menghilangkan sifat introvert saya hingga
kini. Solusi yang dapat saya lakukan hanyalah mencoba untuk berpikir positif,
out of the box walaupun itu sulit tetapi saya yakin semua akan berubah dengan
sendirinya, tidak mementingkan hal-hal yang menurut saya terlalu berlebihan,
fokus dengan apa saya lakukan saat ini saja. Bersyukur dengan kondisi dan
situasi yang sangat sederhana itu semua adalah cara Tuhan untuk membuat saya bahagia.
Subscribe to:
Posts (Atom)

